Cara Memperlancar Asi

Melancarkan ASI Secara Alami Tanpa Efek Samping

CARA MELANCARKAN ASI – ASI adalah kebutuhan dasar bayi. Sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan ASI si bayi sampai umur 2 tahun.

Tapi realitanya tisak sedikit BUSUI yang tidak mengeluarkan ASI dengan lanca, bahkan ada yang tidak keluar sama sekali. Tapi jangan khawatir dulu Bunda, ASI bisa dirangsang secara alami untuk keluar lebih banyak.

Sebelum saya lanjutkan pembahasan mengenai “cara melancarkan ASI” perlu Bunda pahami bahwa prinsip produksi ASI adalah “penawaran dan permintaan”.

Banyaknya produksi ASI akan sesuai dengan kebutuhan bayi. Sejak hamil tubuh bunda sudah memberi kabar kepada payudara untuk memproduksi ASI. Setelah sang bayi lahir payudara sudah mengerti tugasnya memproduksi ASI. Tetapi dia belum tahu seberapa banyak persisnya ASI yang dibutuhkan secara proporsional.

Saat inilah waktu yang tepat untuk mengatur dan merangsang keluarnya ASI. Jika sering diminum bayi atau diambil maka payudara akan memproduksi ASI lebih banyak.

Sebaliknya, sesuai kebutuhan jika ASI sedikit digunakan produksinya akan menurun. Seiring berjalannya waktu tubuh bunda akan belajar dan memahami seberapa banyak ASI yang dibutuhkan sang bayi. Sebagai tambahan berikut ini tips untuk memperlancar ASI bunda secara alami.

1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi Bunda

Sangat penting untuk menambah nutrisi bagi BUSUI. Karena ASI akan diproduksi dari makanan yang dikonsumsi oleh bunda. Jadi upayakan Bunda selalu mengkonsumsi makanan yang bernutrisi yaa.

Makanan bernutrisi tinggi yang cocok untuk meningkatkan produksi ASI diantaranya adalah ikan salmon, daging sapi tanpa lemak, kacang – kacangan (terutama yang berwarna gelap seperti kacang hitam dan kacang merah), buah bluberi, beras coklat / beras merah,  buah jeruk, telur, roti gandum (whole wheat bread), sayuran berwarna hijau (seperti bayam kangkung dan brokoli), dan air.

3. Lebih Sering Menyusui, Memompa dan Memeras ASI

Seperti yang telah saya singgung di awal, bahwa semakin jarang bayi menyusu maka produksi ASI Bunda akan menurun. Apabila Bunda sibuk dan tidak bisa selalu bersama bayi maka solusinya adalah menggunakan alat khusus yang berguna untuk memompa payudara agar produksi susu tetap banyak.

Meski begitu tapi perlu digaris bawahi ya Bunda, jangan membuatkan jadwal khusus untuk menyusui bayi. Susui bayi saat dia meminta dan hentikan pemberiannya bila dia sudah menolak.

Hal ini karena, pertama bayi memiliki lambung yang kecil dan mudah menyerap ASI. Semakin muda umur bayi biasanya semakin cepat kemampuan menyerapnya sehingga semakin sering lapar. Bayi sendirilah yang tahu kapan harus menyusu.

Gizi dan Nutrisi dalam ASI juga berbeda – beda dalam setiap moment menyusui. Pada menit – menit awal biasanya kandungan lemak sangat kecil kemudian semakin meningkat di menit – menit berikutnya.

Bila proses menyusui dihentikan sebelum bayi mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkannya maka akan membahayakan kesehatannya. Bayi tahu kapan harus mulai menyusu dan kapan selesainya.

Lagi pula bayi sering minta susu bukan hanya karena lapar tetapi juga karena butuh kasih sayang dan pelukan dari Bunda.

3. Kurangi Stress Bunda dengan Bantuan Suami

Peran Ayah dalam proses menyusui juga sangat penting. Karena stress dapat mengurangi produktivitas susu sehingga kondisi kejiwaaan Bunda harus diperhatikan.

Jika Bunda dalam keadaan rileks, tenang dan bahagia maka akan membantu memperlancar produksi ASI. Cinta kasih suami pada saat Bunda menyusui adalah sebuah bentuk komitmen yang harus dipegang untuk keberlangsungan keluarga yang sehat.

Dalam hal ini Bunda harus bekerja sama dengan Ayah sang bayi. Bentuk dukungan emosional dan kasih sayang dari sang Ayah ini disebut Breastfeeding Father.

Jika suami belum paham maka Bunda dapat membicarakan terlebih dahulu hal ini dengan suami. Pesan untuk sang Ayah, demi kebaikan bayi baiknya sang Ayah mengalah dulu yaa selama Bunda hamil dan menyusui 😀

4. Susui bayi secara bergantian.

Jika bayi sudah bosan dengan puting kanan kemudian pindah ke puting kiri, begitu seterusnya. Hal ini dilakukan agar kondisi payudara selalu kosong kanan dan kiri. Karena tempat produksi susu bukan di payudara.

Payudara hanya tempat menyimpan. Usahakan selalu kosong agar tubuh Bunda segera terangsang untuk memproduksi ASI lebih banyak.

5. Sentuhkan Bayi Pada Payudara dan Sesekali Ajak Bayi Berkomunikasi

Hal ini akan membantu tubuh anda mengeluarkan hormon oksitosin (hormon cinta) yang sangat membantu perangsangan produksi ASI Bunda. Hindari tidur tengkurap karena dapat menekan payudara Bunda dan mengurangi produksi ASI. Hindari pill KB saat menyusui karena biasanya mengandung hormon yang bisa menghambat pembentukan ASI untuk bayi Bunda.

6. Hindari penggunaan DOT

Karena dapat menimbulkan KEBINGUNGAN PUTING pada bayi. Jika bunda memeras ASI atau memberikan susu formula pada bayi menggunakan DOT, bayi akan merasakan kemudahan saat menyedot. DOT tinggal diemut ujungnya dan ditekan sedikit saja sudah keluar susunya.

Saat bayi disuguhin puting susu yang harus disedot dan diemut seluruh bagian aerola (bagian gelap payudara) baru susu keluar, dia akan menolak dan mengalami yang namanya KEBINGUNGAN PUTING tadi. Sehingga si kecil ogah menyusu dari puting, si bayi merasakan betapa sulitnya menyusu dari puting dibandingkan dengan DOT.

7. Merawat Payudara

Keindahan payudara bagi wanita adalah sesuatu yang sangat penting karena berkaitan dengan tingkat kepercayaan diri. Sebagian BUSUI malah tidak mau menyusui hanya karena takut merusak keindahan payudara, takut bikin payudara lembek, tidak kencang dan lain sebagainya. Ohh.. sayang sekali bukan, kasihan sang bayi.

Perlu Bunda pahami, bahwa merawat keindahan payudara tetap bisa dilakukan saat menyusui. Tidak harus menghalangi bayi mendapatkan haknya minum ASI. Perawatan bisa dilakukan dengan memijat – mijat payudara, dan membersihkannya dengan air hangat dan dingin disela – sela menyusui. Tenang saja, jika payudara bunda tetap bersih dan rapih maka akan tetap menggoda kok ditangan suami.

8. Menggunakan Obat Pelancar Asi

Apabila semua upaya Bunda diatas belum terasa hasilnya, Bunda dapat menggunakan semacam obat pelancar ASI (ASI Booster) yang alami. Sekali lagi sebaiknya pilih yang alami ya Bunda, jika tidak alami alias menggunakan kimiawi sintetis dikhawatirkan akan memiliki efek samping yang kurang baik buat Bunda dan juga si bayi.

Salah satu minuman pelancar ASI yang disarankan penulis adalah ASI Booster Tea (ABT). ABT termasuk minuman pelancar ASI yang aman buat Bunda karena terbuat dari bahan – bahan yang alami.

Demikianlah beberapa tips yang dapat membantu Bunda meningkatkan ASI. Selain menerapkan tips – tips diatas jangan lupa untuk berdoa kepada yang Maha Kuasa dan percaya bahwa si bayi punya jatah ASI. Sehingga Bunda tidak panik saat ASI belum lancar. Pasti ada jalan untuk si bayi mendapatkan ASI.

Leave a Comment