Dilarang sebelum mandi wajib

Hal-Hal yang Dilarang Sebelum Mandi Wajib Setelah Junub

Sahabat sharingk, pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai hal-hal yang dilarang sebelum mandi wajib setelah junub.

Orang yang sedang junub atau hadast besar adalah orang yang tidak suci. Sedangkan Allah adalah zat yang maha suci. Maka ada batasan-batasan tertentu untuk manusia dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala pada saat berhadast besar.

Sahabat, jangan sampai kita beribadah bukannya mendapat pahala tetapi malah mendapat dosa karena melanggar aturan Allah. Ibadah tidak hanya harus benar niatnya, tapi juga harus benar tata caranya sesuai contoh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Pada intinya, pada saat masih hadast besar boleh melakukan apapun kecuali hal-hal yang disyariatkan bersuci sebelum melakukannya. Berikut ini adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan sebelum mandi besar.

Dilarang sholat sebelum mandi junub
wikipedia.org

1. Dilarang Sholat Fardhu maupun Sunnah

Sholat adalah suatu ibadah yang diharuskan bersuci sebelumnya maka sebelum pelaksanaannya seseorang harus suci dari hadast besar maupun kecil. Jumhur ulama’ (mayoritas ulama’) telah sepakat mengenai hal ini.

Larangan ini berdasarkan Firman Allah berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.

Kemudian dasar hukum selanjutnya adalah QS. Al-Ma’idah ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ وَإِن كُنتُمْ جُنُباً فَاطَّهَّرُواْ

“ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah .” (QS. Al-Maidah: 6)

Selanjutnya hadist riwayat Muslim, bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Allah tidak menerima shalat tanpa disertai bersuci”.

Dilarang berdiam diri di masjid atau itikaf
republika.co.id

2. Dilarang I’tikaf atau Berdiam Diri di Masjid

Para ulama’ telah sepakat bahwa orang yang sedang hadast besar tidak boleh berdiam diri di masjid. Hal ini berdasarkan Firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 43:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub , terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi..”(QS. An-Nisa’: 43)

Dalam firman tersebut secara terang dapat kita pahami bahwa orang yang berhadast besar tidak boleh i’tikaf di masjid. Namun diperbolehkan untuk sekedar lewat apabila terpaksa.

Kemudian larangan I’tikaf ini dikuatkan lagi dengan hadist Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang berbunyi “Tidak dihalalkan masjib bagi orang yang haidh dan juga bagi orang yang junub”.

Dilarang membaca al-qur'an sebelum mandi wajib
bisaquran.com

3. Dilarang Membaca dan Menyentuh Al-Qur’an

Dalam hal ini, para ulama berbeda pendapat. Pendapat pertama tidak membolehkan membaca dan menyentuh Al-Qur’an saat hadat besar. Hal ini berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Waqi’ah ayat 79:

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ (الواقعة: 79)
“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci.”

Dengan dalil diatas empat madzhab bersepakat bahwa orang yang berhadast kecil dan wanita haidh dilarang menyentuh Al-Qur’an.

Pendapat kedua yakni membolehkan orang yang sedang hadast besar, salah satunya adalah syaik Al-Bani, yang menerangkan berdasarkan hadist nabi pada saat Bunda Aisyah akan berangkat umroh tapi tiba-tiba datang haidh:

ثم حجي واصنعي ما يصنع الحاج غير أن لا تطوفي بالبيت ولا تصلي
“Kemudian berhajilah, dan lakukan apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji kecuali thawaf dan shalat.” (HR.Al-Bukhary dan Muslim, dari Jabir bin Abdillah)

Lalu berkata syaikh Al-Bani: “Hadist ini menunjukkan bolehnya wanita yang haid membaca Al-Quran, karena membaca Al-Quran termasuk amalan yang paling utama dalam ibadah haji, dan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membolehkan bagi Aisyah semua amalan kecuali thawaf dan shalat, dan seandainya haram baginya membaca Al-Quran tentunya akan beliau terangkan sebagaimana beliau menerangkan hukum shalat (ketika haid), bahkan hukum membaca Al-Quran (ketika haid) lebih berhak untuk diterangkan karena tidak adanya nash dan ijma’ yang mengharamkan, berbeda dengan hukum shalat (ketika haid). Kalau beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang Aisyah dari shalat (ketika haid) dan tidak berbicara tentang hukum membaca Al-Quran (ketika haid) ini menunjukkan bahwa membaca Al-Quran ketika haid diperbolehkan, karena mengakhirkan keterangan ketika diperlukan tidak diperbolehkan, sebagaimana hal ini ditetapkan dalam ilmu ushul fiqh, dan ini jelas tidak samar lagi, walhamdu lillah.” (Hajjatun Nabi hal:69).

Sumber: konsultasisyariah.com

Sebagian ulama’ lagi menafsir yang dimaksud “dilarang menyentuh” adalah menyentuh musyhaf langsung. Adapun jika menyentuh sampulnya, atau menyentuh dengan kain atau sarung tangan, maka masih diperbolehkan.

Maka dalam hal ini lebih baik kita mengambil jalan tengahnya, yaitu membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci, dan boleh membacanya dalam keadaan tidak suci dari hadast kecil.

Berkata Imam An-Nawawy:

أجمع المسلمون على جواز قراءة القرآن للمحدث الحدث الاصغر والأفضل أن يتوضأ لها

“Kaum muslimin telah bersepakat atas bolehnya membaca Al-Quran untuk orang yang tidak suci karena hadats kecil, dan yang lebih utama hendaknya dia berwudhu.” (Al-Majmu’, An-Nawawy 2/163).

Dilarang thawaf sebelum mandi wajib

4. Dilarang Thawaf saat Haji dan Umroh

Hal ini para ulama’ telah sepakat, sesuai dengan hadist nabi pada saat bunda Aisyah akan umroh dan tiba-tiba haidh. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

ثم حجي واصنعي ما يصنع الحاج غير أن لا تطوفي بالبيت ولا تصلي

“Kemudian berhajilah, dan lakukan apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji kecuali thawaf dan shalat.” (HR.Al-Bukhary dan Muslim, dari Jabir bin Abdillah)

dilarang puasa bagi wanita haid sebelum mandi wajib

5. Dilarang Puasa Bagi Wanita Haid dan Nifas

Hal ini berdasarkan hadist Nabi berikut ini.

عن أبي سعيد الخضري أن النبي صلى الله عليه وسلم قال للنساء: أليس شهادة المرأة مثل نصف شهادة الرجل ؟ قلن بلى. قال فذلكن من نقصان عقلها. أليس إذا حاضت لم تصل ولم تصم؟ قلن: بلى. قال فذلكن من نقصان عقلها – رواه البخاري

Dari Abi Said Al-Khudhri ra. bahwa Nabi SAW bersabda kepada para wanita… “Bukankah para wanita bila mendapat haidh tidak boleh shalat dan puasa? Para wanita itu menjawab, Benar. Itulah yang dimaksud dengan kurangnya agama mereka.”

Dari konteks hadist ini bisa dipahami bahwa wanita-wanita pada zaman nabi sudah mengerti wanita haidz dilarang berpuasa.

Sahabat sharingk, Maha benar Allah dengan segala hikmahnya. Tidak ada dalil yang menjelaskan mengapa wanita haid dilarang berpuasa. Namun di masa modern ini sains menemukan salah satu hikmah larangan wanita haid berpuasa dalam bidang kesehatan.

Ternyada wanita yang sedang haid mengeluarkan banyak darah termasuk sel darah putih yang menyebabkan imunitasnya berkurang. Dalam kondisi seperti ini wanita membutuhkan banyak asupan gizi.

Hilangnya banyak darah membuat wanita haid gampang lelah, emosinya tidak stabil, dan rentan terkena anemia. Oleh sebab itu dalam dunia kedokteran wanita haid disarankan untuk banyak istirahat dan makan makanan bergizi.

Sahabat sharingk, sampai disini kita semakin paham bukan, betapa Allah sangat memuliakan wanita. Jadi, jangan menolak kasih sayang Allah. Tidak usah puasa meskipun kamu kuat saat haid.

Berbeda dengan hadast besar akibat haid dan nifas, hadast besar yang disebabkan karena bersetubuh dan belum sempat mandi saat fajar maka diperbolehkan puasa dan tetap diwajibkan puasa pada saat ramadhan. Hal ini berdasarkan hadist nabi:

Aisyah r.a. berkata : “Aku bersaksi bahwa Rasulullah SAW jika beliau bangun subuh dalam keadaan berjunub karena bersetubuh, bukan karena mimpi, maka kemudian beliau meneruskan puasanya.” (H.R. Bukhari)

Demikianlah sahabat sharingk, hal-hal yang dilarang sebelum mandi wajib. Kemudian jangan lupa untuk menyempurnakan mandi wajib dengan membaca artikel kami Tata Cara Mandi Wajib. Semoga dapat menyempurnakan setiap ibadah kita dihadapan Allah Subhanahu Wata’ala.

1 thought on “Hal-Hal yang Dilarang Sebelum Mandi Wajib Setelah Junub

  1. agama islam sungguh mulia ya mas

    kita kudu memperhatikannya agar ibadah kita bisa sempurna

Leave a Comment