menjaga kesehatan tubuh secara alami

Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Alami dengan Mengikuti Pola Hidup Nabi Muhammad SAW

Cara menjaga kesehatan tubuh secara alami dewasa ini menjadi perhatian semua orang. Pasalnya akhir-akhir ini muncul berbagai macam penyakit baru mengerikan yang dapat membunuh siapapun.

Kesehatan adalah harta yang lebih berharga dari pada makanan atau kekayaan apapun. Ilmu sains dan kedokteran menjadi acuan utama bagi masyarakat dalam memperolah hidup sehat. Padahal Allah SWT telah menjelaskan bahwa pada Al-Qur’an dan kehidupan Nabi Muhammad SAW terdapat banyak petunjuk tentang ‘cara menjaga kesehatan tubuh secara alami’, bagi orang-orang yang mau berfikir.

”Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh-penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orangnya yang beriman” (QS:Yunus 57)

Berikut merupakan 3 faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan tubuh secara alami menurut sains islam.

Faktor Pola Hidup

Faktor terbesar yang mempengaruhi tingkat kesehatan manusia adalah pola hidup. “Penyembuh dan petunjuk-petunjuk” dalam Q.S.Yunus diatas dapat diartikan sebagai pola hidup yang dibawa Rasulullah SAW. Pola hidup tersebut menjadi resep ‘cara menjaga kesehatan tubuh secara alami’.

Rasulullah SAW hanya dua kali sakit selama hidupnya bukan semata-mata beliau seorang Nabi lantas tingkat ketahanan tubuhnya lebih kuat dari pada manusia pada umumnya, tetapi karena beliau diberi hidayah kepandaian oleh Allah untuk mengatur pola hidup yang sehat. Agar umatnya dapat meneladaninya sebagai panduan “cara menjaga kesehata tubuh”.

Rasulullah SAW sangat memahami kebutuhan tubuhnya secara proporsianal. Beliau SAW seakan mengerti tentang ilmu kimia dan biologi sehingga pandai dalam mengkombinasikan makanan agar mudah dicerna oleh tubuh. Beliau SAW tahu apa saja aktivitas keseharian yang ringan namun baik bagi kesehatan tubuh. Misalnya dalam hadist ini:

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ ثُمَّ قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْلَمْتُ وَجْهِى إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ وَاجْعَلْهُنَّ مِنْ آخِرِ كَلاَمِكَ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مُتَّ وَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ

Dari Barra’ bin ‘Azib, bahwasannya Rasulullah saw bersabda apabila kau hendak tidur, maka berwudlulah seperti wudlumu untuk shalat, kemudian berbaringlah di sisi kanan, kemudian bacalah do’a (yang artinya) “Ya Allah sesungguhnya Aku telah tundukkan wajahku kepadaMu, dan aku serahkan urusanku kepadaMu, dan aku tundukkan punggungku di hadapan-Mu dengan penuh harapan dan rasa takut kepadaMu. Tidak ada tempat berlindung dan tempat menyelamatkan diri dariMu melainkan kepada-Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau telah turunkan dan beriman kepada Nabi yang Engkau telah utus”, dan jadikanlah kalimah itu sebagai akhir perkataanmu, jika engkau mati pada malam hari itu, kau mati dalam keadaan fitrah

Seperti makan-minum dengan duduk, tidur miring ke kanan, selalu menjaga wudhu, makan secukupnya, olah raga, puasa dan lain-lain (bisa dipelajari dalam bab tersendiri). Maka dapat dikatakan bahwa Rasulullah SAW jarang sakit karena mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, beliau sangat menekankan aspek pencegahan daripada pengobatan. Sehingga mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah adalah sebuah keniscayaan menuju hidup yang sehat jasmani dan Ruhani.

Rasulullah SAW adalah teladan segala urusan, termasuk dalam menjaga kesehatan  tubuh. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan pada beliau SAW, keluarga dan sahabat-sahabatnya. Apabila seseorang sering sakit-sakitan, mungkin saja karena dia tak pernah menghiraukan sunah-sunah Rasulullah SAW sehingga pola hidup sehari-harinya kurang sehat.

Faktor Pola Makan

Faktor kedua yang sangat mempengaruhi kesehatan manusia adalah makanan. Nabi SAW telah memberikan keteladanan:

عَنْ مِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ  مَا مَلأَ آدَمِىٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلاَتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

Dari Ma’dikarib, bahwasannya ia berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda “Tiada ada bejana anak Adam yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah)

Kebanyakan manusia berlebihan dalam hal makan. Mereka melakukan segala macam cara untuk memenuhi kepuasan makannya, dengan cara mengusahakan keberlimpahan bahan makanan. Demi keberlimpahan bahan makanan seringkali manusia mengabaikan pengaruh bahan makanan terhadap kesehatan. Bahan makanan yang baik bagi tubuh tentunya adalah bahan alami yang tidak tercemar oleh zat-zat kimia buatan.

Sungguh ironi memang, bahwa saat ini semakin sulit menemukan bahan makanan (nabati/hewani) yang bebas dari obat kimia dan rekayasa genetika manusia. Penggunaan obat kimia semakin menggebu-gebu seiring dengan munculnya berbagai macam hama pada beberapa kurun waktu terakhir. Hama-hama itu datang berduyun-duyun dari negeri antah barantah. Hama-hama itu sudah tidak mampu lagi ditangani dengan cara konvensional, bahkan semakin tidak dapat dikendalikan dengan obat-obatan kimia biasa.

Saat hama-hama itu dibasmi dengan suatu pestisida maka kekebalannya secara komunal akan semakin bertambah pada generasi-generasi berikutnya. Sehingga penggunaan pestisida oleh para petani selalu meninggat. Semakin besar penggunaan pestisida akan semakin membahayakan kesehatan manusia.

Diantara sayuran yang paling banyak memerlukan bahan kimia adalah kacang panjang, gambas, terong, kubis, sawi, timun dan kol. Sementara buahnya adalah tomat, melon dan semangka. Mereka seakan tak mampu hidup tanpa pestisida dan insektisida kimia. Para petani tidak bisa disalahkan karena mereka tidak mau merugi.

Karena permintaan pasar yang terus bertambah membuat petani semakin ingin meningkatkan hasil panennya sehingga tidak sedikit para petani yang menggunakan obat-obatan kimia secara berlebihan. Padahal obat-obat kimia dan rekayasa tersebut masih diragukan keamanannya. Itu saja terkadang  para petani masih gagal panen.

Untuk mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya saat ini para peternak juga menggunakan macam-macam pakanan yang perlu diwaspadai keamanannya. Masyarakat memang tidak bisa secara langsung menghindar dari semua produk masal itu , tetapi paling tidak bisa mengurangi ketergantungannya. Memilih bahan-bahan makanan alami yang bebas dari zat kimia buatan adalah jalan terbaik menuju hidup sehat, insyaAllah.

Bagi masyarakat perkotaan, untuk mendapatkan itu semua memang membutuhkan dana belanja yang lebih besar. Tapi yakinlah bahwa biaya pengobatan bila sakit keras itu lebih mahal. Beruntung bagi yang hidup di wilayah pedesaan. Pekarangan yang luas memungkinkan untuk melakukan budidaya sayuran organik yang sehat seperti bayam, kemitir, kangkung, daun ubI jalar dan ubi kayu, daun mlinjo, daun pepaya, pepaya muda, bunga pisang, nangka muda, bambu muda, manisah dan masih banyak lagi.

Bisa juga menggunakan pot-pot dan polobek sederhana untuk menanam. Memungkinkan budidaya buah organik seperti pisang, mangga, jambu, nangka, pepaya, rambutan, dll. Memungkinkan juga untuk mendapatkan ikan-ikan dan daging segar hasil peliharaan sendiri. Jadi memanfaatkan bahan-bahan makanan organik/alami dan menjauhi makanan instant adalah langkah tepat untuk memastikan keluarga menuju hidup sehat.

Selain itu hindari penyedap rasa buatan, dan beralih ke bahan penyedap rasa alami.

Faktor Fikiran

Faktor ketiga adalah panjang angan-angan. Dalam suatu hadits, bersabda Nabi saw. : “Sesuatu yang paling mengkhawatirkan dan aku khawatir atas kamu adalah dua hal : Panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Dan sesungguhnya panjang angan-angan membuat lupa kepada akhirat, sedang mengikuti hawa nafsu akan menghalangi dari kebenaran”.

Sudah jelas, bahwa orang yang tak mampu mengendalikan “angan impiannya yang menjulang tinggi” atau “kekecewaannya yang mendalam” akan lebih mudah terserang berbagai macam penyakait. Ini merupakan ranah para psikolog.

Untuk itu marilah kita kendalikan angan, untuk menjaga kesehatan tubuh secara alami.

Allahu A’lam

Leave a Comment