contoh resume

5 Contoh Resume Buku, Jurnal, Bahasa Inggirs, untuk Lamaran Kerja DLL

Hallo sobat sharing.. Semoga sehat selalu dalam lindungan-Nya. Pada kesempatan ini saya kan sharing tentang contoh resume, cara membuatnya dan macam-macam tentang resume. Simak ya.

Resume sering digunakan dalam dunia pendidikan maupun karir. Dalam dunia pendidikan, mahasiswa atau dosen sering membuat resume dari suatu karya ilmiah, baik berupa buku, jurnal, makalah atau karya lainnya yang berbahasa Indonesia maupun Inggirs.

Kemudian dalam dunia karir, resume paling sering dibuat oleh calon pelamar kerja. Dalam hal ini fungsi resume sebenarnya hampir sama dengan CV (Curriculum Vitae). Hanya bentuknya sedikit berbeda, dan lebih singkat.


Pengertian Resume


Resume adalah suatu metode yang efektif untuk menyajikan suatu karya atau data yang panjang menjadi lebih singkat dan padat. Yaitu dengan cara mengambil bagian-bagian pokok yang lebih ringkas, dan membuang perincian / penjabarannya. Syaratnya resume tidak boleh berbeda dari data & karya aslinya.

Perbedaan Resume dan Rangkuman

Titik perbedaan antara resume dan rangkuman adalah pada susunannya. Resume disusun secara bebas, tidak harus sesuai dengan sumber. Meski begitu inti isinya harus tetap sama.

Sedangkan rangkuman adalah susunan ulang pokok bahasan dari suatu uraian yang panjang agar jadi lebih singkat.


Cara Membuat Resume


Sebenarnya cara membuat resume sangatlah mudah jika sudah terbiasa. Apalagi jika kamu suka membaca dan mudah memahami bacaan. Setelah membaca uraian dan contoh-contoh di artikel ini kamu akan bisa membuat resume kamu sendiri.

Cara membuat resume saya bagi menjadi dua konteks, yaitu cara membuat resume karya ilmiah dan cara membuat resume lamaran kerja.

Cara Membuat Resume Karya Ilmiah

Setidak-tidaknya ada 4 tahap dalam membuat resume karya ilmiah:

  1. Membaca Naskah Asli Sampai Benar-benar Paham Isinya

Bila membaca sekali belum mampu memahami isinya dengan baik, maka bacalah berulang-ulang. Jika ada istilah-istilah yang belum dipahami, maka perlu digarisbawahi untuk kemudian dicari artinya. Hal itu dilakukan agar pemahamanmu benar-benar sempurna.

  1. Menemukan Gagasan Utama dan Mencatatnya

Setelah memahami keseluruhan isi naskah, selanjutnya kamu harus menemukan pokok-pokok pikiran. Bila belum nmenemukan, baca kembali paragraf demi paragraf. Bila sudah ketemu, tuliskan semua poin-poin penting tersebut.

Oiya, dalam menemukan pokok fikiran dalam jurnal sedikit lebih sulit. Pokok pikiran jurnal tidak bisa ditemukan dalam paragraf-paragrafnya. Karena tidak semua paragraf jurnal memiliki pokok pikiran. Sering kali paragraf dalam jurnal hanya berisi kutipan, atau data-data dari sumber tertentu. Jika diambil gagasan utama setiap paragrafnya, akan melebar kemana-mana.

Maka dalam mencari gagasan utama jurnal, rumusnya adalah temukan dulu paragraf utama yang merupakan pemikiran murni si penulis.  Atau cara lainnya dengan mencari benang merah dari susunan paragraf-paragraf itu.

  1. Membuat Resume

Setelah semua poin gagasan utama terkumpul, maka susunlah sesuai dengan gambaran umum keseluruhan naskah yang masih kamu ingat. Bila di jurnal atau karya lainnya banyak poin-poin sub judul, maka tidak perlu mengikuti seperti itu. Karna sekali lagi, resume adalah ringkasan singkat.

Hindari langsung copy-paste tulisan dari naskah, karena kamu hendak membuat resume yang mana berisi kalimat-kalimat baru dengan bahasamu sendiri. Bahasamu pasti lebih mudah dipahami, karena tidak memakai istilah dan kalimat-kalimat tingkat dewa yang sulit dipahami.

Jika ada poin-poin yang bisa disusun dalam bentuk tabel atau grafik yang sederhana, maka itu lebih baik.

  1. Membaca Lagi Resume yang Telah Jadi

Setelah resume jadi, kamu perlu memeriksanya lagi untuk memastikan tidak ada kesalahan-kesalahan yang fatal. Seperti kesalahan penulisan, tanda baca, tata bahasa (EYD) dan lain-lain, semuanya harus diteliti.

Cara Membuat Resume Lamaran Kerja

Resume lamaran kerja sedikit berbeda dengan resume karya ilmiah. Tetapi pada hakikatnya berfungsi sama, yaitu untuk menyajikan data seseorang dengan singkat. Di Indonesia sendiri dalam melamar kerja lebih banyak yang menggunakan CV (Curriculum Vitae), meski masih ada yang menggunakan resume.

Inilah 4 tahap cara membuat resume lamaran kerja yang baik dan benar:

  1. Mempersiapkan Data-data Pribadi

Hal pertama yang harus kamu persiapkan adalah semua data penting tentang diri kamu, yang meliputi pengalaman organisasi, riwayat pendidikan, riwayat pengalaman kerja (jika sudah pernah bekerja) atau mungkin prestasi-prestasi yang pernah kamu raih.

  1. Menulis Resume

Ingat, bahwa resume adalah sajian data diri anda yang singkat. Maka tidak perlu bertele-tele dan terlalu panjang. Maksimal 3 halaman. Jika diberi kesempatan, kamu bisa menjelaskan lebih detail tentang diri kamu di wawancara / interview.

Jangan lupa mencantumkan semua kontak kamu secara lengkap, baik nomer telefon, whatsap, email dan lain-lain. Jangan gunakan alamat email yang alay dan lebay, gunakanlah alamat yang formal sesuai nama kamu.

Tidak usah berpanjang lebar, langsung saja lihat di contoh-contoh resume di bawah ini.


Contoh Resume Buku


Kelompok  2                                  MK                            : Sosiologi Pendidikan
Nama : Rusmansyah                    Bahan                        : Resume Buku
Nim    : 150224057                       Dosen Pembimbing : Mawardi Suta, M.A


Resume Buku Sosiologi Pendidikan

Bagian pertama :

Sosiologi secara harfiah atau etimologis berasal dari kata latin : Socius = teman ,kawan ,sahabat dan Logos  =  Ilmu pengetahuan. Jadi sosiologi adalah ilmu tentanag cara berteman /berkawan/ bersahabat yang baik. Sosiologi yaitu tentang hubungan manusia dengan manusia  ( human relationship).(Alvin Bertrand.)

Objek sosiologi  sesuai yang telah di uraikan di atas  maka objeknya yaitu :

  1. Struktur sosial, jalinan dari seluruh unsur-unsur
  2. Unsur-unsur sosial, membahas tentang norma,kaidah sosial,lembaga sosial,kelompok sosial, dan lapisan sosial.
  3. Proses sosial, pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan.

            Sosiologi meruapakan fase awal dari sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendri. Dan Comte merupakan sosok “ Bapak Sosiologi”, karena ia yang pertama kali memperkenalkan dan mempergunkan istilah sosiologi dalam pembahasan tentang masyarakat.

 

Sosiologi Sebagai Ilmu pengetahuan :

“ Ilmu” atau Science dalam Bahsa Arab bila diterjemaahkan dalam bahasa Indonesia berarti “pengetahuan”. Jadi pada dasarnya bila di tinjau dari istilahnya, sama saja. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang di ketahui seseorang dengan jalan apapun. Ilmu pengetahuan ialah pengetahuan seseorang yang di peroleh dengan penelitian yang mendalam, yang di peroleh dengan mempergunakan metode-metode -ilmiah. Metode Ilmiah adalah sesuatau yang di tempuh dengan cara-cara yang di pergunakan ilmu untuk sampai kepada pembentukan  ilmu menjadi suatu kesatuan yang sistematis,organis,dan berkaitan secara logis.

Agar suatu pengetahuan dapat di sebut ilmu pengetahuan harus memenuhi syarat :

  1. Jelas objek yang di bahasnya sehingga beda dengan ilmu-ilmu yang lain.
  2. Mempergunakan metode-metode ilmiah.
  3. Tersusun secara sistematis.

Di tinjau dari tujuan penggunaanya, ada dua jenis ilmu yaitu :

  1. Ilmu murni (pure science), ialah ilmu yang semata-mata untuk kepentingan ilmu itu sendiri,tidak di maksudkan untuk keperluan kehidpan sehari-hari contohnya ilmu kimia, ilmu matematika dan sebagainya.
  2. Ilmu terpakai/ ilmu praktis (applied science),ialah ilmu yang bertujuan untuk menerapkan hukum-hukum dna rumus-rumusnya dalam kehidupan sehari-hari,misalnya ilmu kedokteran,ilmu teknik,ilmu pelayaran,dan sebagainya.

 

Bagian Kedua :

            Sosiologi Pendidiakan  Menurut Dictionary of Sociology, Sosiologi pendidikan merupakan sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah – masalah pendidikan yang mendasar.

            Menurut F.G. Robbins dan Brown, Sosiologi pendidikan ialah ilmu yang membahas dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan dan mengorganisasikan pengalaman. Sosiologi pendidikan  mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya.

Mengapa calon guru harus memahami dan di bekali sosiologi ?

  1. Perubahan sosial yang sangat cepat menimbulkan “cultural lang”, cultural ini merupakan sumber masalah sosial dalam masyarkat dan juga dalam pendidikan masalah ini terjadi.
  2. Guru seseorang administrator , informator,konduktor,dan sebaginya dan harus berkelakuan menurut harapan masyarakat. Guru sebagai pendidik dan pembangun generasi baru yang sangat diharapkan tingkah laku yang bermoral tinggi demi masa depan bangsa dan Negara.
  3. Untuk bisa mengamati dan mengatasi sifat dan karakter siswanya untuk dapat di mengkontrol dan mengatasi masalah kenakalan remaja.

Pokok penelitian  sosiologi pendidikan :

Menurut  S. Nasution :

  1. Hubungan sistem pendidiakan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat.
  2. Hubungan manusia dnegan sekolah (analisis struktur sosial di sekolah).
  3. Pengaruh sekolah terhadapa kelakuan dan kepribadian sepihak di sekolah.
  4. Sekolah dalam masyarkat.

Berdasarkan UU Republik Indonesia nomor 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional, di tetapkan dalam bab1,pasal 1, ayat 1, bahwa “ Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan pengajaran,dan latihan bagi perananya  di masa yang akan datang. Sedangakan ayat 2 menyatakan bahwa “ pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan yang berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945.

 

Daftar Pustaka :

Nama Judul Buku               : Sosiologi Pendidikan (Suatu analisis sosiologi tentang berbagai problem pendidikan.
Pengarang                          : Drs. Ary H. Gunawan.
Perpustakaan Nasional RI  : Katalog dalam terbitan (KDT). Jakarta :Rineka cipta 2010,. Ix , 186 hlm : 21 cm

Cetakan                              : Ke – 2
Biblografi                            : hlm.185-186.
ISBN 978-979-518-758-5


Contoh Resume Jurnal (Identifikasi DNA)


RESUME JURNAL IDENTIFIKASI DNA


  1. Judul Penelitian

Determination of Nucleic Acid in Animal Tissues

  1. Peneliti

Giovani Cerrioti

  1. Sumber
    Biol. Chem. 1955, 214:59-70.
  2. Latar Belakang

Peneliti ingin membandingkan metode yang paling efektif dan akurat antara metode dengan reaksi indole, dan orsinol, untuk menentukan / mengidentifikasi DNA dari jaringan hewan.

  1. Metode Penelitian

DNA dengan reagen indole: kurva standar dibuat dengan sample DNA dari betis tikus, dan disiapkan menurut metode hammarsten. Dilakukan pula variasi kondisi pada reaksi indole yaitu pemanasan larutan DNA dengan 0,1 N NaOH dan KOH namun tidak menunjukkan hasil signifikan.

Reaksi pentosa dengan orcinol: 200 mg orcinol dilarutkan pada 10 mL HCl pekat, kemudian ditambah dengan larutan CuCl2 dan volume dibuat 100 mL dengan HCl pekat. 5 mL larutan ini kemudian di campurkan pada 5 mL larutan yang akan di uji, dilakukan pemanasan selama 40 menit. warna yang terbentuk di ekstrak dengan isoamil alcohol dan dihitung konsentrasinya menggunakan spektrofotometer Beckman pada panjang geombang 675 nm.

  1. Hasil dan Pembahasan

Reagen indole: DNA yang diuji menghasilkan karakteristik basa N 13,4% ; basa P 8,0% ; adenine 10% ; guanine 7,4% ;  sitosin 4,7% ;  timin 8,4%.

Reaksi pentose dengan orcinol: Hasil dari uji, didapatkan karakterisasi DNA, basa N 14,5% ; basa P 8,3% , basa purin dan pirimidin 38,4% (guanine 0,86 ; adenine 0,64 ;  sitidin 0,56 ;  uridine 0,5 dan ribose 2,56 mmol/gram)

  1. Kesimpulan

Dari hasil percobaan didapatkan hasil yang tidak berbeda jauh antara identifikasi DNA menggunakan reagen indole dan orsinol. Oleh karena itu dapat digunakan kedua metode tersebut untuk mengidentifikasi DNA secara akurat.

 


Contoh Resume Buku (Elektroforesis Protein)


 

RESUME JURNAL ELEKTROFORESIS PROTEIN


  1. Judul Penelitian

Karakterisasi Protein Miofibril dari Ikan Kuniran (Upeneus moluccenesis) dan Ikan Mata Besar (Selar crumenophthalmus)

  1. Peneliti

Achmad Subagio, Wiwik Siti Windrati, Mukhammad Fauzi dan Yuli Witono

  1. Sumber

Jurnal.Teknol. dan Industri Pangan, Vol. XV, No. 1 Th. 2004

  1. Latar Belakang

Ikan merupakan sumber protein hewani yang potensial, dengan kandungan protein 17-24% dari beratnya. Protein sebagai salah satu komponen penyusun bahan pangan mempunyai peranan penting dalam menentukan mutu produk pangan. Perlu adanya usaha pengembangan protein-based food ingredients dari ikan yang murah dan tersedia di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata tentang karakteristik fisikokimia, dan fungsional dari protein ikan kuniran dan mata besar yang sering menjadi ikan yang bermutu rendah, khususnya protein miofibrilnya yang dapat dikembangkan menjadi food ingredients.

  1. Metode Penelitian

Metode penelitian dilakukan dengan beberapa tahap yaitu fraksinasi protein, preparasi protein myofibril, analisis berat molekul menggunakan metode SDS-PAGE, penetapan sifat fisik dan warna dengan metode collar reader, analisis proksimat, analisis asam amino, kelarutan terhadap pH pelarut, kelarutan terhadap larutan garam, daya gelasi, aktivitas dan stabilitas pengemulsi serta analisis data.

Analisis berat molekul menggunakan SDS-PAGE: gel yang diperoleh diwarnai dengan coornassie blue R-250. Standart protein yang digunakan berasal dari sigma chemical co. yaitu kit penciri protein BM rendah yang meliputi: serum albumin (66,2 KD), ovalbumin (45,0 kD) karbonat anhydrase (31,0 kD) dan lizozim (14,0 kD)

  1. Hasil dan Pembahasan

Fraksinasi protein pada kuniran menghasilkan 30-33% myofibril, dan pada ikan mata besar menghasilkan 42-43% myofibril. Analisis berat molekul menggunakan metode SDS-PAGE menunjukkan ikan kuniran mempunyai aggregated myosin atau kemampuan agregasi yang lebih tinggi daripada ikan mata besar. Hasil SDS-PAGE juga menunjukkan bahwa jumlah troponin T dan tropomyosin dari myofibril ikan kuniran lebih besar disbanding dengan ikan mata besar.

contoh resume jurnal
scribd.com

Uji sifat fisik warna myofibril didapat ikan kuniran mempunyai protein myofibril  yang cerah disbanding ikan mata besar. Uji sifat kimia myofibril didapat bahwa  komposisi asam amino dari ikan kuniran dan ikan mata besar tidak jauh berbeda, yaitu asam glutamate 20%, asam aspartate 10%, dan lisin 9%. Uji kelarutan terhadap pH menunjukkan bahwa ikan mata besar memiliki kelarutan pH yang lebih tinggi dari ikan kuniran. Uji daya gelasi menunjukkan ikan kuniran memiliki daya gelasi lebih besar daripada ikan mata besar

  1. Kesimpulan

Walaupun ikan mata besar mempunyai protein myofibril lebih besar dari ikan kuniran, namun kualitasnya lebih baik dari ikan kuniran sehingga dapat dikembangkan menjadi food ingredient.


Contoh Resume Lamaran Kerja


contoh resume lamaran kerja
scribd.com

Contoh Resume Bahasa Inggris


contoh resume bahasa Inggris
scribd.com

Leave a Comment