PENGUSAHA ATAU KARYAWAN


Setiap orang menginginkan penghasilan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penghasilan tersebut dapat diperoleh melalui dua cara. Pertama adalah dengan bekerja menjadi karyawan, kedua dengan berbisnis. Keduanya adalah baik dan tidak ada yang lebih baik di antara keduanya. Ini hanya soal pilihan dan kenyamanan hidup. Tidak semuanya cocok untuk menjadi pengusaha dan tidak semuanya cocok menjadi karyawan.

Jika anda masih merasa pengusaha lebih baik dari pada karyawan atau sebaliknya, berarti anda belum memahami hakikat dari keduanya. Menjadi pengusaha atau menjadi karyawan sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Mari kita bahas apa kelebihan dan kekurangan dari keduanya, agar anda lebih mantap memilih jalan hidup.

Pengusaha

Menjadi pengusaha memiliki banyak kelebihan diataranya:

  1. Memiliki hak penuh untuk mengatur dirinya sendiri. 

    Ada orang yang sering menggunakan ungkapan “lebih baik menjadi kepala cicak dari pada menjadi ekor buaya”. Menjadi kepala cicak artinya memiliki kuasa penuh untuk melakukan apapun, meskipun usahanya kecil sekelas pedagang kaki lima tapi anda menjadi kepalanya. Tidak ada atasan yang mengatur, menegur atau memarahi.

  2. Memiliki hak penuh untuk mengatur waktunya.

    Pengusaha dapat mengatur sendiri berapa jam ia bekerja dalam sehari. Jika ingin lebih cepat sukses ia dapat menggunakan 24 jam waktunya untuk bekerja. Maksudnya seluruh aktivitasnya dalam sehari selalu berhubungan dengan usahanya. Contoh: mainnya dalam rangka mencari partner, obrolannya dalam rangka menggali ide, diamnya dalam rangka merenungi idenya, bahkan makannya adalah dalam rangka mencicipi kuliner yang potensial, dst. Maka sukses tinggal menunggu waktu.

  3. Memiliki waktu lebih banyak.

    Bagi pengusaha yang sudah sukses mereka dapat bekerja efektif. Menggunakan waktu yang se- sedikit mungkin dengan hasil yang wahh.

  4. Mendapat keuntungan penuh.

    Tidak ada istilah potong gaji. Jika sedang untung besar ia bebas memilih apakah dinikmati sekarang atau dikelola lagi untuk usaha yang lebih besar.

Disamping kelebihan tentunya menjadi pengusaha juga memiliki kesukaran, diantaranya:

  1. Resiko ditanggung sendiri.

    Bila terjadi kesalahan dalam mengelola bisnisnya, ia akan menanggung sendiri konsekuensinya. Maka sering kali pengusaha terus dihantui oleh keputusannya sendiri.

  2. Gaji tidak tetap.

    Pengusaha tidak selalu untung, saat sedang merugi, dia harus berhemat menekan pengeluarannya.

  3. Harus merasakan jatuh bangun.

    Dr. Dahlan Iskan (CEO Koran Jawa Pos dan Jawa Pos Group) mengatakan “Habiskan gagalmu di waktu muda!”. Nasihat ini mengisyaratkan bahwa setiap pengusaha punya jatah gagal yang harus dilalui. Mau tidak mau harus pernah gagal. Maka segeralah habiskan kegagalan anda untuk segera menikmati pelajarannya.

  4. Melakukan segala hal sendiri.

    Di awal bisnis anda akan menjadi pemimpin sekaligus merangkap sebagai komponen-komponen perusahaan, seperti administrator, supervisor, teknisi maupun pemasar. Semuanya anda lakukan sendiri.

Karyawan

Menjadi karyawan memiliki kelebihan, diantaranya:

  1. Memiliki gaji tetap.

    Seorang karyawan tidak perlu pusing memikirkan kebutuhan sehari-hari, karena setiap bulan uang pasti datang dengan jumlah yang pasti, selama perusahaan tidak bangkrut.

  2. Hanya memerlukan ketrampilan, tidak membutuhkan kreatifitas.

    Seorang karyawan biasanya melakukan pekerjaan tetap yang diulang-ulang setiap harinya. Sehingga dia akan semakin terampil melakukannya.

  3. Mendapatkan asuransi.

    Karyawan perusahaan besar cenderung memberikan berbagai fasilitas asuransi untuk karyawannya, seperti asuransi kesehatan dan asuransi kecelakaan kerja.

  4. Waktu teratur.

    Seorang karyawan pasti masuk dalam sistem waktu yang tetap di perusahaan. Jelas berapa jam kerjanya, berapa jam istirahatnya, dan berapa jam waktu bebasnya.

  5. Skill terasah.

    Jika bekerja di bagian tertentu sebuah perusahaan besar, misalnya bagian marketing, maka anda akan memiliki skill yang mahir dalam memasarkan sesuatu.

Selain memiliki kelebihan ternyata menjadi karyawan juga memiliki kekurangan, diantaranya:

  1. Sangat terikat.

    Seorang karyawan seperti tidak memiliki kebebasan. Selalu diatur oleh sistem. Dalam sepekan hanya memiliki 1 hari bebas, dst.

  2. Persaingan sangat ketat.

    Diantara sesama karyawan sering kali saling menjatuhkan untuk mendapat posisi yang lebih baik. Bagi yang tidak kuat menahan diri biasanya mereka akan konflik dengan pesaingnya maupun atasannya.

  3. Bertanggung jawab kepada atasan.

    Lain hal nya dengan pengusaha, seorang karyawan akan selalu dimintai pertanggungjawaban oleh atasan. Jika melakukan kesalahan maka akan segera diberi sangsi oleh atasan.

  4. Lama bertumbuh.

    Bagi seorang karyawan sangat sulit untuk merubah taraf hidup. Untuk mendapatkan posisi yang lebih strategis di perusahaan besar memerlukan waktu yang relatif lama.

  5. Wawasan sempit.

    Pekerjaan yang monoton cenderung membuat anda malas meng-upgrade kapasitas diri. Anda akan cenderung puas dengan zona nyaman, dan akhirnya hanya memiliki skill yang terbatas.

  6. Ada resiko potong gaji dan PHK.

    Ancaman bagi seorang karyawan adalah potong gaji dan PHK.

Kesimpulannya, menjadi pengusaha atau karyawan semuanya baik asal memiliki integritas yang jelas. Anda bisa kaya dengan cara menjadi pengusaha sukses atau dengan cara menjadi karyawan teladan. Demikian ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan menjadi pengusaha atau karyawan. Semoga dapat menambah keyakinan anda dalam memilih karir hidup.

Leave a Comment